Love? First love? have you felt it?
Waktu itu akhir tahun, gue melihat sosok boy yang sungguh berbeda di mata gue, saat itu dia sedang bermain futsal, ya, ketika itu ada perlombaan futsal antar kelas. Gue melihat sosok DIA yang gatau kenapa seperti ada secercah sinar entah dari dalam dirinya atau sinar matahari tertuju pada dia, intinya dia berbeda diantara boy yang lainnya. Kemudian sepulang sekolah dan kebetulan gue kebagian piket pada hari itu, dia bersama teman-temannya melewati kelas gue, hmm yaa kelas gue emang di pinggir jadi pasti kalau dia mau keluar sekolah atau masuk ke sekolah pasti lewat kelas gue. Gue gatau apa yang terjadi, pas gue liat diaa seperti ada angin yang berhembus dan meniup rambut dia bersamaan dengan jantung gue yang berdetak kencang yang pada akhirnya sampah yang berada di serokkan yang mau gue buang tiba2 jatuh gitu ajah wkwkw lucu yaa kayak drama korea tetapi ini versi real. Kemudian dia bersama temannya melihat ke arahku dan salah satu temannya berkata padaku, "Yha jatuh, duh angin" sambil tersenyum, entahlah kata2 itu kata girauan saja atau meledekku wkwk tetapi aku mengenali salah satu teman dia karena satu les sama dia. Jadi sekedar info, dulu gue adalah salah satu murid yang berada di rangking pas 10 banget yang terendah di kelas dari 37 anak di kelas gue hahahahaaa karena itu gue disuruh masuk les sama emak. Ok Next,.. Ketika senyuman dia gue lihat dan arah mata dia ke gue, perasaan gue campur aduk, perut gue mules gak berdaya, deg2an, badan gue lemes kayak gak kuat berdiri dan sampai akhirnya gue langsung jongkok mengambil sampah yang berserakkan karena jatuh tadi sambil membalas senyum tipis ke mereka tanpa berkata apapun. Kemudian mereka melewati gue. Di situ gue mencoba untuk mencerna perasaan gue barusan sampai gue gak sadar pipi gue terasa panas dan salah satu temen gue ynag bertugas piket menghampiri gue dan bilang kalau pipi gue merah.. amboy .. Saat gue berjalan ke arah rumah, gue bertanya-tanya kenapa tadi gue seperti itu? perasaan apa itu? sampai akhirnya gue mencarinya di google dan boom itu perasaan jatuh cinta. Malam harinya gue masih bertanya-tanya dalam hati dan berpikir apakah itu benar? dannnnn malamnya gue mimpiin dia dong muka dia muncul dalam mimpi gue persis sama. Gue tersadar dan mencoba menelaah kembali kalau perasaan itu benar. Kemudian ketika masuk sekolah ke esokkan harinya gue mencoba mencari sosok tersebut dan benar saja dari kejauhan gue merasakan dan melihat hal yang sama seperti kemaren. And then, finally, YAAA GUE UDAH JATUH CINTA SAMA DIA. Benar apa yang dikatakan orang cinta pada pandangan pertama, itu benr-benar terjadi pada gue.
Kemudian semester baru datang, gue masih penasaran dengan nama dia, gue mencari mengulik nama dia dan pada akhirnya gue dapat nama dia dan kelas berapa dan kelas apa dia. Waw ternyata dia sepantaran sama gue. Singkat cerita, setahun berlalu dan taaaadaaaaa gue sekelas sama dia di tahun berikutnya. Amazing banget ngettt suprising bangettt.. Antara seneng dan takut, seneng karena gue sekelas sama dia dan gue bisa melihat dia lebih dekat dan lebih sering. Takutnya, takut kalau nanti ketahuan kalo gue sama sama dia, mau di kata apaaa mana gue gak bisa nutupin perasaan yang selalu bergejolak dalam hati gue. Dan yaa bener ajah diaa bahkan seangkatan bahkan kakak tingkat maupun adik tingkat hampir semuanya tahu kalau gue suka diaaa.. Gara2 apa? gara2 temen gue yang ember bocor bangettt heran deh masih ada yaa manusia kayak gitu. Sikap dia ke gue berubah drastis, hal yang paling gue takutin benar-benar terjadi. Dia menjauh dari gue yang pada awalnya kami tuh baik-baik ajah sebagai teman sekelas. Dia selalu menghindar dari gue, entah meungkin dia benci atau jijik sama gue, gatau pasti. Lu tahu? setiap hari gue selalu menangis sampai gue kayak gamau sekolah gitu, gue malu semua orang tahu kalau gue suka sama dia, dia adalah anak yang lumayan terkenal di sekolah banyak kenalannya :(:(:( Terlebih ketika itu dia tiba2 punya pacar setiap pulang sekolah dia suka berduaan gitu yaa ngobrol gitu lahh di depan kelas di ceweknya dan dia upload juga foto kebersamaannya di facebook, dulu facebook dan twitter sangat amat terkenal pada masa itu. Karena sosial media dia enggak di privat jadi gue bisa leluasa melihat sosial media dia tanpa harus meminta pertemanan terlebih dahulu. Hari demi hari gue mencoba menerima dan yaudah lahh yaaa so what gitu, susah sih, berat sih tapi gue harus nrimo dan pada akhirnya gue menerima semuanya. Gue berharap di tahun berikutnya, gue enggak sekelas lagi sama dia.
Parahnya harapan gue berbanding terbaik, gue sekelas lagi sama dia bahkan absen kami tidak jauh jadi jika ada kegiatan berkelompok, gue bakal sekelompok sama diaaa ohhh NO! dan benar saja, hampir semua kerja kelompok, gue sama dia huhuu dan dia tetap mencoba menjauh dari gue, menghindar dari gue. Gue memberanikan diri bilang ke dia, " saya udah gak ada perasaan lagi ke kamu" seketika dia menoleh ke arah wajah gue yang tadinya dia membelakangi dan mengacuhkan gue. Dan lambat laun dia mulai mengerti dan yaaaaa kita seperti teman sekelas pada umumnya lagi walaupun masih seperti ada jaraak antara kami. Sejujurnya gue berkata seperti itu bukan murni dari hati gue, mungkin gue kayak munafik karena di hati dan yang gue ucap berbeda. Entah padahal gue sudah cukup tersakiti oleh dia tetapi tidak tahu mengapa gue gak bisa sedikitpun benci sama dia. Terlebih ketika kami ada kelompok yang dialog jadi kami harus bertatap-tatapan, gue kira gue deg2an karena memang harus ke depan tetapi ternyata saat bola mata dia menatap gue deg2an itu lebih membara sampai gue merasa seakan-akan gue gak punya tulang, rasanya gue mau meleleh ajah ketika itu.. huhuuu.. Perasaan itu masih ada ternyata aaaaaa gue benci kenapa perasaan itu tidak juga menghilang. Lu tahu perasaan itu terus berdiam diri di hati gue bertahun-tahun lamanya.. Aneh gatau kenapa gue gak bisa melupakan dia mungkin sampai detik ini wkwkwk. Gue gak pernah merasakan hal jatuh cinta seperti itu lagi. Ada sesuatu rasa sama laki-laki bukan dirinya tetapi rasa itu tidak sehebat perasaan gue sama dia. Ada cinta yang datang tetapi gatau gue gak bisa menerimanya. Entahlah gue juga gak ngerti sama perasaan gue. Bahkan setiap gue menyebut namanya saat itu juga gue merinding, hmm melihat foto dia kembali gue juga seneng gitu lebay kan gueee?????.. Terkadang gue melihat wajah dia lewat foto gue seneng kadang juga gue sedih tentang sikap dia dulu ke gue, semuanya masih gue inget setiap kejadiannya.
Tapi gue bersyukur dan berterima kasih ke dia. Berkat dia juga gue bisa naik rangking bertahap yang awalnya gue rangking 10 terbawah kemudian gue rangking yaa 20 besar kemudian 10 besar dan pada akhirnya gue rangking 5 besar bahkan bisa mengalahkan dia heheheheheee. Dia sumber penyemangat gue dan sumber sedih gue, waktu gue sedih rangking gue turun tadinya gue rangking 7 tiba2 turun jadi rangking 13. Berkat dia gue punya ambisi sampai di titik gue sekarang, dulu gue punya ambisi, gue mau sepadan sama dia karena dia pintar dan dia masuk sekolah favorite. yaa walaupun gue gak masuk kelas favorite amat tapi gue mau sepadan sama dia, jadi gue belajar mati-matian biar bisa masuk kuliah yang bagus karena dia juga masuk kampus ynag bagus juga. Berkat dia juga gue merasakan perasaan jatuh cinta, perasaan yang paling di nanti dan paling membahagiakan. Terima kasih untuk kamu :)
Terima kasih juga sudah follback gue. Gila gue senenng banget ketika itu gue teriak sebagai pelampiasan rasa gembiranya gue. Awal gue tau sosial media lu yang lainnya gue memberanikan diri follow lu tapi gak lu follback dan itu terjadi yang sama untuk kedua kalinya. Kemudian ketiga kalinya gue coba follow lu lagi dan dalam hitungan entah detik atau menit yang pasti cepat lahh yaa lu follback gue senang rasanya heheheee. Kenangan gue sama dia cerita itu sebenarnya pernah gue tulis di buku dairy gue cuma buku diary itu gue sobek2 gue bahasin sampe jadi bubur dan gue buang di tempat sampah cerita tentang dia yaa karena waktu itu gue kesel gue sedihh jadi untuk melupakannya gue harus semua tentang dia heheh padahal jika cerita itu masih ada dan gue baca lagi pasti lucu hahaha.
Jangan bertanya DIA siapa heheheee, cukuup sebagian orang saja yang tahu dan mungkin dia yang merasa. Cukup sekian cerita cinta pertama gue...
Komentar
Posting Komentar