Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Quarter life makes person be cursed?

 --- Quarter life? Hmmmm bisa dikatakan seperempat abad.. biasalahh anak zaman now semua di bule2in gitu but for me, somehow agak bule2 dicampur indo English apik jugaa dahulu zaman gue SD yg ngoomong campur2 pasti dibilang. “sok bule lu!” atau “ih kayak cinta laura”.. dan perkataan itu juga yang buat mental cinta laura down dan pada akhirnya dia sekarang bintangnyaa.. jadi gini teman.. perkataan lu sekarang harus disaring2 yaa Ok!.. Gue ada cerita tentang quarter life.. cenderung ke pertanyaannya.. jadi ketika umur gue baru banget seperempat abad alias 25 tahun bulan januari lalu.. wahhh pas session speaking materi give opinion each other temen gue tiba2 kasih gue pertanyaan ttg quarter life.. “How do face the quarter life? Give some opinion about it because now you are in quarter life?” di situ gue melihat semua mata tertuju pada gue padahal gak semua orang di kelas gue itu tau kalo umur gue udah segitu.. Lu tahu saat dengar pertanyaan itu dan ditunjukkan ke gue.. hati gue me...

WHAT I got during five months?

  27 November 2021 gue memberanikan diri untuk ambil program 5 bulan itu dan pergi meninggalkan rumah untuk kembali ke tempat yang pernah gue singgahi tahun awal 2020. Awalnya memang berat karena gue harus jauh dari orang tua dan rumah tempat paling nyaman namun di luar kurang nyaman dengan persepsi yang gue gak mau dengar itu terlebih perkataan bahwa gue gagal. Gue pergi karena ingin belajar improve my skill in English dan gue pengen healing karena gue masih menganut semua biarkan waktu yang menghapuskan. Lambat laun rasa sakit itu menghilang hanyut karena gue bersama dengan teman-teman yaaa walaupun mayoritas lebih muda dari gue. Waktu berjalan banyak kejadian    senang sedih yang gue rasakan, di sana gue juga melamar pekerjaan sana sini namun yaa masih sama, gue berusaha buat move on!. 5 bulan berlalu dan mengharuskan gue pulang kembali ke dunia nyata.. 50 50 perasaaan gue, kenapa? Di sisi lain berat rasanya untuk pulang karena seperti membuka luka lama ditambah deng...

spill my essay briefly

 postingan sebelum ini, bukan postingan baru sebenarnya sudah gue siapkan ketika gue berada di kampung inggris hanya saja gue belum kuat untuk upload yaaa semua butuh waktu, kali ini gue bakal cerita bagaimana gue daftar yang dibilang beasiswa di kampung inggris heheh.. kenapa gue bilang begitu? yaaa karena engga 100% beasiswa masih tetep bayar. Jadi di persyaratannya itu adalah lu buat essay tentang masa depan lu atau kontribusi apa untuk negeri ini.. nah basic gue adalah pertanian so mustly gue bahas tentang pertanian dong.. dan ini relate banget sama penelitian gue hehhe Yup! tentang pasca panen buah.. intinya gue ingin orang lain itu tidak memandang rendah pertanian, pertanian bukan hanya lu kotor2an gitu.. dan pertanian bukan identik dengan masyarakat kelas bawah.. big no for those!.  pertanian yang dalam arti sebenarnya itu luas cuy, bukan tentang tanaman ajah, tentang sosial ekonomi dan yaaa beberapa politik.. heheh gue kurang suka dengan politik karena yaaa lu pasti ta...

Mencoba ikhlas

  Butuh waktu sebulan untuk melupakan apa yang telah terjadi. Benar saja aku adalah orang yang keempat dan yang diambil hanyalah tiga orang. Awalnya aku menolak aku tidak terima karena beberapa hal tetapi kini yasudah lahh mungkin belum rezeki aku tahun ini, mungkin tahun depan, mungkin aku belum banyak beribadah aku masih suka malas2an, mungkin kali ini aku belum beruntung. Aku sudah melupakan karena aku percaya pasti akan ada hal yang terbaik yang Allah persiapkan jadi yasudahlah. Benar memang biarkan waktu yang berjalan sejalan dengan melupakan apa yang terjadi. Sedih kecewa sudah pasti hingga kini aku bangkit dan berani untuk kembali.   Jika ada yang bertanya, di mana kamu kini?. Jujur setelah kejadian itu aku belum bisa menjawab, aku ingin ketenangan melupakan hal itu karena aku yakin waktu bisa membuat aku mengikhlaskannya. Sekarang aku akan menjawab aku ada di mana. Kini aku ada di salah satu bagian kampong   yang cukup terkenal yaitu “kampung inggris”. Lho kok...