Mencoba ikhlas

 

Butuh waktu sebulan untuk melupakan apa yang telah terjadi. Benar saja aku adalah orang yang keempat dan yang diambil hanyalah tiga orang. Awalnya aku menolak aku tidak terima karena beberapa hal tetapi kini yasudah lahh mungkin belum rezeki aku tahun ini, mungkin tahun depan, mungkin aku belum banyak beribadah aku masih suka malas2an, mungkin kali ini aku belum beruntung. Aku sudah melupakan karena aku percaya pasti akan ada hal yang terbaik yang Allah persiapkan jadi yasudahlah. Benar memang biarkan waktu yang berjalan sejalan dengan melupakan apa yang terjadi. Sedih kecewa sudah pasti hingga kini aku bangkit dan berani untuk kembali.

 

Jika ada yang bertanya, di mana kamu kini?. Jujur setelah kejadian itu aku belum bisa menjawab, aku ingin ketenangan melupakan hal itu karena aku yakin waktu bisa membuat aku mengikhlaskannya. Sekarang aku akan menjawab aku ada di mana. Kini aku ada di salah satu bagian kampong  yang cukup terkenal yaitu “kampung inggris”. Lho kok bisa lo ada di sana? Jadi rasa sedih itu menuntun aku untuk mencari suatu tempat yang bisa diakatakan “self-healing”. Aku mendaftar sebagai beasiswa di salah satu lembaga kursus di kampong inggris selama 5 bulan dengan periode 25 Nov. Cukup lama bukan untuk menulis blog ini? Aku menyusun diriku untuk kuat dari semua rasa sedih hehhee.. I am OK. Maka sekarang aku cerita hehehe.. program 5 bulan beasiswa ini tidak full funded tapi  tetep bayar 50%. Yang tadinya seharusnya 9-10 juta hanya membayar 4.5 juta dengan mengirim essay, tenang saja essay nya dalam bentuk bahasa Indonesia kok. Prepare buat essay itu sehari semalam hehehe.. nanti gue bakal kirim kok essay tsb ke blog ini. Ketika mengerjakan essay tsb gatau kayak otakku lancar sekali mengetik kata demi kata merangkai kalimat demi kalimat hehhe seperti dipermudah. Permohonanku hanya semoga ini adalah jalan terbaik dan menuju hal yang terbaik yang aku tunggu dan aku nantikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

gaje beut

kenangan

Batu