Quarter life makes person be cursed?
---
Quarter life? Hmmmm bisa
dikatakan seperempat abad.. biasalahh anak zaman now semua di bule2in gitu but
for me, somehow agak bule2 dicampur indo English apik jugaa dahulu zaman gue SD
yg ngoomong campur2 pasti dibilang. “sok bule lu!” atau “ih kayak cinta laura”..
dan perkataan itu juga yang buat mental cinta laura down dan pada akhirnya dia
sekarang bintangnyaa.. jadi gini teman.. perkataan lu sekarang harus disaring2
yaa Ok!..
Gue ada cerita tentang quarter
life.. cenderung ke pertanyaannya.. jadi ketika umur gue baru banget seperempat
abad alias 25 tahun bulan januari lalu.. wahhh pas session speaking materi give
opinion each other temen gue tiba2 kasih gue pertanyaan ttg quarter life.. “How
do face the quarter life? Give some opinion about it because now you are in
quarter life?” di situ gue melihat semua mata tertuju pada gue padahal gak
semua orang di kelas gue itu tau kalo umur gue udah segitu..
Lu tahu saat dengar pertanyaan
itu dan ditunjukkan ke gue.. hati gue menangis gengs.. rasanya gue lagi
ditampar untungnya ketika ingin menjawab ada adzan ashar berkumnandang jadi gue
bisa menyusun kata2 dan menyembunyikan kesedihan hati gue dengan pertanyaan
itu.. Yang buat gue nangis adalah bukan karena semua orang tahu umur gue.. itu
mah nomor sekian yang buat gue sedih adalah gue bingung jawab apaa karena gue
belum merasakan apa2 dan bisa dikatakan gue berada di fase kritis tp gk mungkin
gue jawab begitu kan.,, terlebih yang lain lebih muda dari gue otomatis gue
jadi panutan buat diaaa… yang gue jawab setelah adzan adalah umur hanyalah
angka, kesuksesan seseorang bukan dinilai dari angka.. semua dari usaha yang
dia berikan dan semangat selagi adanya kesempatan, dikatakan kritis mungkiin
karena dia belum mampu menghadapi real life dan lagi2 semua tergantung diri
orangnya masing2.. dan me personally biasa ajah menyikapi hal ituuu.. itu
adalah jawaban yang gue utarakan wkwk
Kemudian gue gak nyangka ketika
gue baru saja ulang tahun, ada seorang teman berkata, “ka, udah 25 ya..
biasanya umur 25 kayak kamu tuh udah kerja, udah menikah dan udah pnya anak..
tapi kamu masih di sini.. hahahhaa”. Entahlah apakah dia bercanda atau bukan
tetapi pertanyaan itu selalu terngiang2 dalam pikiran gue sampai saat ini..
namun ketika saat itu memang gue akui gue sakit hati dengan perkataan dia tapi
gue mencoba ikhlas dan dalam hati gue hanya berkata “ya Allah ampuni aku karena
merasa sakit dnegan perkataan makhluk ciptaanmu, hilangkanlah segala rasa sakit
yang bisa menghalagiku menuju surga” dan gue hanya bisa istighfar dalam hati
sebanyak2nyaaa.. Namun yang gue ucapkan hanya tertawa dan bercanda
menimpalinya..
===
Mencoba menerima dan ikhlas..
“yasudahlah..”
emang begitu kenyataannya terima saja..
===
Kemudian pertanyaan yang buat gue
sedih rasanya seperti gue mau nyerah ajah adalah, “mbak ika udah lulus?”,” Kok masih
di rumah?”,” Gk kerja?”,” Udah dapat kerja?”,” Mbak ika kan lulusan IPB kok
masih nganggur?”. Beuh hamper tiap hari setiap ketemu orang sekitar selalu
bertanya seperti ituu jujur gue trauma dnegan pertanyaan seperti itu.. dengan
nada dan tatapan mata orang tersebut masih selalu ada dan setiap gue memikirkan
itu pasti gue nangis,, tapi gue gak bisa apa2 Cuma bisa sabar dan berdoa, “ya
Allah maafin ika karena ika merasa sakit dengan perkataan itu, buatlah hatiku
tegar dan hapuskan rasa sakit itu” dan lagi2 gue hanya bisa istighfar..
Then, pertanyaan “ika umurnya
berapa?, si itu udah nikah lho… itu bukannya adik kelasnya ika ya? Atau itu
bukannya seangkatan sama ika ya?” ATAU “ika kan belum kerja udah dinikahin
ajahhh” , “ika kayaknya belum pernah bawa cowo ke rumah ya?”,”ika di IPB gak
ada yg deketin atau gimana kok masih jomblo?” buset pertanyaanya mantap
sekali.. dan itu pertanyaan yang bahkan dari orang terdekat gue cuy.. sedih
sihhhh tapi yasudah lahhh gue percaya jodoh itu sudah dipersiapkan, belum
dipertemukan atau sudah bertemu tp perasaan itu belm bertemu kan who knows?,
gue kuliah yaaa kuliah belajar dapat ilmu dan dapat teman untuk improve socialization
and communication itu lahh prinsip gue bukan main2 dan cari jodoh hAHAHAAA..
tentang mereka yang sudah duluan yaaudahhh itu rezeki dia dipertemukan cepat dan
mungkin karena dia ingin menikah cepat atau menikah muda.. itu balik lagii
depend on each person, kalo gue prinsipnya gue mencari yang tepat dan menikah
di waktu yang tepat.. hmm kemudian ada lagi nih pertanyaan,”umur segini belum
nikah? Mau nikah umur berapa? Keburu tua lho” hmmm.. how about you with this
question?
Jadi guys.. perkataan atau
pertanyaan sepeerti itu adalah kata2 yang amat sensitive, mungkin bukan gue
ajah pasti ada sekian banyak orang juga merasakannya… pertanyaan, “kapan?”, “kok???”,
“kenapa?” jadi pertanyaan berhubungan private such as kelulusan, pernikaahan,
pekerjaan dan anak itu truly sensitive things.. mungkin luarnya dia
menyembunyikan rasa sakitnya tapi ketahuilahhh di dalam hatinya dia menangis
rasanya sakitt sakit sekali.. mungkin kamu gak sadar karena dia teramat rapi
menyembunyikannya.. saran dari gue coba introspeksi diri, coba balikkin
pertanyaan itu ke diri lu bagaimana perasaan org tersebut kalo lu berada di
posisi diaa.. jadi coba ingat2 dan memintaa maaf lahh kepada org yang pernah lu
kasih pertanyaan seperti itu, bertaubat dan stop saying that… stop memberikan
pertanyaan itu… trims kawan!
Komentar
Posting Komentar