Semua Tidak Seindah yang Dibayangkan

 Pernah gak sih kalian bermimpi atau berencana masa depan tahun sekian gue mau ini, mau itu?

Yaaa.. gue juga sudah lama bermimpi, semua udah gue ancang-ancang, umur berapa gue lulus, umur berapa gue kerja, kerjanya apa, setelah kerja dapat gaji gue mau beli apa ajah atau gue mau kemana dengan gaji gue dan umur berapa gue menikah, umur berapa gue punya anak dan anak gue berapa semuanya itu udah gua mimpiin tetapi apa mau di kata, begitu gue lulus dengan perjuangan, ya mungkin kalian mengira dan melihat tahun akan terlihat 5 tahun walaupun sebenarnya gue lulus 4.5 tahun. Memang dahulu gue menginginkan lulus pas 4 tahun yaitu tahun 2019 tetapi tidak semudah itu dan gue sudah menerimanya. Boom ketika gue lulus benar-benar lulus corona melanda semua negara terutama Indonesia.Semua sektor dibatasi, susah memang.. sungguh dan aku merasakan itu..

Aku kira begitu aku lulus semua akan lebih mudah nyatanya tidak sob. Corona makin menjadi-jadi lebih menambah kesedihan gue dalam mencari kerja. Gue udah lamar mungkin jika dihitung ada 100-an yang gue kirim satu tahun terakhir dan banyak diantaranya tidak ada kabar. Gue daftar dari yg level rendah sampai bergengsi pun hasilnya nihil. Kadang hmm bukan kadang tetapi sering gue berpikir apa yang salah dengan gue?? Ataukah CV atau surat lamaran kenapa panggilan itu tidak sebanyak dengan yang gue kirim??? Walaupun ada sih panggilan.. Lebih menyesakkan dada adalah gue gagal di tahap-tahap mau terakhir, satu tahapan lagi dan bahkan ada yang sudah di tahapan akhir gue gagal.. Sedih memang, gue gak bisa menyalahakan siapapun kecuali diri gue senidri. Memang benar yaaa kata pepatah,"penyesalan memang terlahir belakangan".. Seandainya gue bisa mengulang waktu untuk perbaiki hal itu yang buat gue gak lolos itu sayangnya waktu terus berjalan..

Seandainya juga gue dahulu belajar mati2an tidak tergoda dengan istilah main atau penyakit malas, mungkin nilai gue akan lebih baik sehingga gue bisa daftar yang baik kemudian seandainya gue dulu belajar bahasa inggris benar2 mungkin gue juga gak bakal sesusah ini buat mencari kerja karena kebanyakaan lowongan memerlukan fluent speaking english sedangkan gue bingung pakai bahasa inggris merasa tidak pede, bahkan terkadang berbicara bahasa indonesia saja masih suka gagap atau keseleo atau belibet istulah gaulnya. Lalu seandainya gue dulu rajin lompat-lompat berolahraga rutin yg benar mungkin tinggi gue mencapai tinggi minimum yang diinginkan perusahaan, sayangnya tinggi gue ajah gak mencapai tinggi minimum tersebut. Sedih rasanya gue...Ditambah gue merasa malu terutama dengan keluarga karna gue lulusan PTN bergengsi tetapi saat ini masih pengangguran, gue juga malu sama orang tua gue yang udah membiayai kuliah dan kebutuhan gue selama di sana, gue juga merasa malu terutama ke teman2 gue yang sudah bekerja dan dapat gaji.. Rasanya iri dan malu buat bertemu mereka.. Terlebih perkataan tetangga ini itu, tahu kan yaaaa perkataan tetangga lebih pedas hmm jujur rasanya gue malu untuk keluar dan selama ini gue lebih banyak menghabiskan waktu di rumah mengurung diri di kamar terkadang kepala gue pusing dan gue gak bisa tidur karena terus memikirkan hal ini, apakah kalian seperti ini guys? Tekanan yang lebih adalah tahun 2021 ini ayah gue akan pensiun, gue bingung nanti kami makan apa? 

Sekarang gue cuma bisa berdoa dan berharap Allah dengan kebesaran-Nya berbaik hati memberikan rezeki pekerjaan itu kepada saya Aamiin. Mohon doanya yaaa teman-teman agar saya dapat penggilan dan lolos kerja. Semua yang gue lakuin hanya untuk kedua orang tua saya karena mereka sangat amat berarti untuk saya. 

Postingan selanjutnya gue bakal cerita gue melamar kerja di banyak perusahaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

gaje beut

kenangan

Batu